“Sedia Payung Sebelum Hujan”

 

Ini pengalaman pribadiku ya temen temen.. di wawancara untuk tabloid wanita indonesia.. barangkali berguna untuk temen2 semua..

Tak ada seorang pun di dunia ini mengharap tertimpa musibah. Inilah perlunya memproteksi diri dengan asuransi jiwa dan berbagai produk asuransi lainnya.

Salah satu keuntungannya, keluarga sebagai ahli waris akan mendapatkan perlindungan berharga terhadap risiko terjadinya hal-hal tak terduga. Rasanya tepat pepatah lama yang mengatakan, “Sedia Payung Sebelum Hujan.”

Dulu aku Berkata “Ah, Buang Uang Saja”

“Dulu, tidak pernah terpikir dalam benak saya untuk punya asuransi. Buat saya yang memiliki keterbatasan materi, berasuransi itu hanya buang uang saja. Ya, mungkin juga saya berpikir demikian karena faktor pendapatan yang belum memadai.” Begitulah pemikiran Ika Mahardika.

Namun itu dulu, sebelum sebuah peristiwa tak terduga membuatnya berduka dan kepayahan. Beginilah Ika, begitu ia akrab disapa, berbagi cerita.
“Pada waktu itu, pekerjaan suami saya hanyalah seorang Customer Service Attendant, sementara saya bekerja sebagai kasir sebuah supermarket. Saat itu saya memiliki 1 putri berusia 4 tahun dan 1 putra berusia 1 tahun,” wanita 30 ini mengawali kisahnya.

Duka dan kesulitan terasa saat tahun 2003 sang suami menderita sakit komplikasi paru-paru, dan membutuhkan biaya banyak untuk perawatan. “Karena biaya yang harus dibayar tidak sedikit, saya bahkan harus berhutang ke sana ke mari. Belum lagi pada akhirnya suami saya tidak terselamatkan.

Hal ini tentu membuat kondisi saya semakin terpuruk. Bukan hanya hati dan fisik, namun juga materi,” kenangnya, tersenyum pahit.

Saat itulah Ika yang harus menjadi orang tua tunggal mengaku mulai menyadari betapa pentingnya asuransi.

“Ya, keadaan yang sulit bagi saya itu membuat saya sadar akan kebutuhan asuransi. Apalagi setelah beberapa bulan duka itu terlewati, saya harus menjadi tulang punggung keluarga. Saya harus mencari nafkah untuk hidup sehari-hari, juga melunasi hutang dan sebagainya. Saat itulah saya berpikir, ‘Seandainya suami saya mau membeli asuransi, pastilah keadaannya tidak seburuk ini.’,” ujar Ika.

Terlintas dalam benaknya keringanan yang bisa dirasakan saat biaya rumah sakit bisa dicover asuransi. Ia juga membayangkan seandainya memperoleh pertanggungan jiwa seperti yang dijanjikan oleh berbagai perusahaan asuransi.

“Seandainya oh seandainya suami saya memiliki polis asuransi. Pasti saya tidak perlu khawatir akan biaya rumah sakit serta biaya pendidikan anak-anak,” sesalnya.

Belajar dari Pengalaman

Pengalaman pahit itu tentu membuat Ika belajar. Apalagi mustahil bagi toko dvd tempatnya bekerja memberikan asuransi atau jaminan kesehatan.

“Akhirnya beberapa waktu kemudian saya berpikir panjang dan mulai menyisihkan penghasilan saya sedikit demi sedikit, untuk membeli asuransi,” ujar Ika.

Bingung memilih pemegang polis dan tertanggung karena keterbatasan budget, Ika pun memutuskan untuk membeli polis atas namanya sendiri.

“Saya yakin, jika anak-anak saya yang sakit, saya masih sanggup banting tulang untuk menanggung biayanya. Namun jika yang terjadi sebaliknya, saya yang sakit, dan juga khawatir saya meninggal, anak-anak tidak mungkin sanggup untuk melanjutkan hidup tanpa biaya. Kalau demikian, apa yang dapat mereka lakukan? Siapa yang akan merawat mereka tanpa biaya?,” pikir Ika.
“Menurut saya, konsep asuransi itu benar-benar sedia payung sebelum hujan, alias sedia dana sebelum dibutuhkan. Karena tanpa kita sadari, sebenarnya kita selalu butuh dana dadakan,” begitu Ika menyimpulkan.

Maka setelah beberapa tahun, ia pun kembali menyisihkan dana untuk membuka 1 polis lagi. “Tentu dengan premi yang paling murah. Kali ini untuk anak saya yang paling kecil. Setelah beberapa bulan, anak saya sakit. Dan lagi-lagi saya harus berurusan dengan rumah sakit. Namun kali ini saya tidak terlalu khawatir karena sudah memiliki payung tersebut,” senyum Ika mengembang.

Kekhawatiran Ika semakin berkurang sejak menikah kembali pada 2007. Sang suami, Dedy Suparyono, yang berprofesi sebagai IT Manager mendapat jaminan penuh dari kantornya bekerja. Namun sekali lagi untuk berjaga-jaga, Ika dan suami tetap membeli polis asuransi jiwa dan kesehatan.

Sumber : Tabloid wanita indonesia

nadia meutia
About beautytime

A working at home mom, love staying at home, love dogs, love photography, and of course love my family. Masih mencari banyak orang yang mau diajarin cari duit lewat internet. Silahkan isi form di bagian bawah halaman ini ....

Speak Your Mind

Post Popularity Graphing by Knowledge Ring