Mengapa Berhenti Merokok?

MEROKOK bukanlah pilihan bijaksana bagi orang-orang yang ingin panjang umur dan berbahagia. Kemungkinan seorang perokok jangka panjang direnggut kehidupannya oleh tembakau adalah 1 banding 2. Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, ”Rokok adalah . . . produk yang dirancang dengan cerdik untuk menyalurkan nikotin dalam kadar yang cukup sehingga penggunanya senantiasa kecanduan seumur hidup sebelum tewas olehnya.”

Jadi, salah satu alasan untuk berhenti merokok adalah karena rokok membahayakan kesehatan dan kehidupan. Merokok telah dikaitkan dengan lebih dari 25 penyakit yang mengancam kehidupan. Misalnya, merokok merupakan kontributor utama pada sejumlah penyakit seperti serangan jantung, stroke, bronkitis kronis, emfisema, dan berbagai kanker, khususnya kanker paru.

Tentu saja, seseorang mungkin telah merokok selama bertahun-tahun sebelum terserang salah satu penyakit ini. Sementara itu, merokok tidak membuat seseorang tampak lebih menarik. Iklan melukiskan bahwa merokok itu mewah dan sehat. Kenyataannya sangat berbeda. Merokok membuat napas tak sedap, dan gigi serta jari menjadi cokelat kekuningan. Bagi pria, rokok dapat mengakibatkan impotensi. Juga menyebabkan batuk dan napas terengah-engah. Selain itu, para perokok cenderung lebih cepat mengalami kerutan di wajah dan problem kulit lainnya.
Bagaimana Pengaruhnya terhadap Orang Lain

Jika kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri, maka kasih akan sesama inilah—dan anggota keluarga Anda adalah sesama terdekat Anda—yang merupakan alasan yang ampuh untuk berhenti.
Merokok mencelakakan orang lain. Dulu, seorang perokok bisa seenaknya menyalakan rokok tanpa ada yang berkeberatan. Tetapi, sikap orang-orang mulai berubah karena semakin banyak orang memahami bahayanya mengisap asap rokok orang lain. Misalnya, menikahi seorang perokok meningkatkan risiko terkena kanker paru sebesar 30 persen daripada menikahi orang yang tidak merokok. Anak-anak yang orang-tuanya merokok lebih besar kemungkinan terkena pneumonia atau bronkitis sebelum mereka melewati usia dua tahun daripada anak-anak yang rumahnya bebas asap rokok.

Wanita hamil yang merokok membahayakan bayi dalam kandungan mereka. Nikotin, karbon monoksida, dan bahan kimia lain yang berbahaya dalam asap rokok memasuki aliran darah ibu dan menyalurkannya langsung kepada anak di rahimnya. Konsekuensinya antara lain: lebih besar kemungkinan keguguran secara spontan, melahirkan bayi yang sudah mati, dan kematian bayi yang baru lahir. Selain itu, risiko sindroma kematian bayi mendadak tiga kali lipat bagi bayi-bayi yang ibunya merokok selama kehamilan.

Kerugiannya Sangat Besar

Alasan lain untuk berhenti adalah biayanya yang mahal. Sebuah penelitian oleh Bank Dunia memperkirakan bahwa biaya perawatan kesehatan yang berkaitan langsung dengan merokok mencapai kira-kira 200 miliar dolar AS per tahun. Tentu saja, jumlah itu tidak menyingkapkan penderitaan dan rasa nyeri yang dialami para pengidap penyakit akibat tembakau.

Kerugian langsung tembakau bagi setiap perokok dapat dihitung dengan mudah. Seandainya Anda merokok, kalikan jumlah uang yang Anda habiskan untuk rokok dalam sehari dengan 365. Itulah uang yang Anda habiskan dalam setahun. Kalikan dengan sepuluh, dan Anda dapat melihat berapa biayanya jika Anda merokok selama sepuluh tahun lagi. Hasilnya mungkin mengejutkan. Pikirkan saja hal lain yang dapat Anda lakukan dengan uang sebanyak itu.

Penggantinya Lebih Aman?

Industri tembakau mengiklankan rokok yang rendah kadar tar dan nikotinnya—dipromosikan sebagai rokok light atau mild—sebagai cara mengurangi risiko merokok bagi kesehatan. Akan tetapi, orang-orang yang beralih ke rokok rendah tar dan nikotin masih kecanduan kadar nikotin yang sama. Akibatnya, para perokok itu biasanya mengkompensasikannya dengan lebih banyak merokok, mengisapnya lebih dalam dan lebih sering, atau menikmati setiap batangnya hingga habis. Sekalipun seorang perokok tidak melakukan hal-hal tersebut, manfaatnya bagi kesehatan kecil bila dibandingkan dengan berhenti sama sekali.

Bagaimana dengan pipa dan cerutu? Meskipun industri tembakau telah lama mempromosikan pipa dan cerutu sebagai simbol status, asap yang dihasilkan sama memautkannya dengan asap rokok. Bahkan sekalipun perokok tidak mengisap asap cerutu atau pipa, mereka berisiko tinggi terkena kanker bibir, mulut, dan lidah.

Amankah tembakau tak berasap? Ada dua bentuk tembakau jenis ini: tembakau sedot dan tembakau kunyah. Tembakau sedot berupa serbuk, biasanya dijual dalam kaleng atau kantong. Sering kali, penggunanya menyelipkan sejumput di dalam bibir bawah atau pipi. Tembakau kunyah dijual berupa untaian panjang, biasanya dalam kantong. Sebagaimana diperlihatkan oleh namanya, tembakau ini dikunyah, bukan diisap. Keduanya mengakibatkan napas tak sedap, gigi bernoda, kanker mulut dan tekak, kecanduan nikotin, radang putih di mulut yang dapat mengarah ke kanker, gusi terkelupas, dan pengikisan tulang di sekitar gigi. Jelaslah, tembakau sedot atau kunyah bukan alternatif yang bijaksana untuk merokok.

Sumber : Sedarlah

nadia meutia
About beautytime

A working at home mom, love staying at home, love dogs, love photography, and of course love my family. Masih mencari banyak orang yang mau diajarin cari duit lewat internet. Silahkan isi form di bagian bawah halaman ini ....

Speak Your Mind

Post Popularity Graphing by Knowledge Ring